Kamis, 13 Agustus 2009

Makalah "MINYAK KELAPA DAN MANFAATNYA"

KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya ingin mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati saya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Hamba juga ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu dosen Lili Miwidi yang telah membimbing saya untuk bias menyelesaikan makalah ini, tak lupa kepada kedua orang tua saya yang selalu mendukung setiap langkah saya, selanjutnya kepada teman teman yang turut menyemangati saya, dan berbagai sumber yang telah saya pakai sebagai data dan fakta pada makalah ini.

Saya mengakui dalam pembuatan makalah ini banyak sekali kekurangan-kekurangan yang datang dari diri saya pribadi ataupun dari luar, karena saya adalah manusia yang mempunyai keterbatasan-keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat terselesaikan dengan sempurna.

Saya harap makalah yang berjudul “MINYAK KELAPA DAN MANFAATNYA” yang saya susun ini dapat bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya, dan memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca, walaupun makalah ini banyak kekurangan dan kelebihan. Penyusun mohon untuk kritik dan saranya. Terima kasih

Padang, 9 Juni 2009

Penyusun

DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR ................................................................................................ 1

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 3

1.1 Latar belakang .......................................................................................... 3

1.2 Tujuan .......................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................ 5

2.1 Pemanfaatan minyak kelapa di Indonesia .......................................... 5

2.2 Pembuatan Minyak Kelapa ..................................................................... 6

2.3 Nilai Gizi Minyak Kelapa .......................................................................... 8

BAB III PENUTUP ................................................................................................... 10

3.1. Kesimpulan ............................................................................................... 10

3.2. Saran ........................................................................................................ 10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentang dari sabang sampai merauke, diapit oleh dua benua, benua Asia dan Australia, sehingga membuat indonesia memilki sumber daya alam yang berlimpah, apalagi sumber daya alam nabatinya, banyak tumbuh-tumbuhan yang hidup di darat maupun di laut. Dengan posisi Indonesia yang terletak di daerah khatulitiwa yang beriklim tropis, mendapatkan cukup curah hujan sepanjangtahun,sehingga tumbuh-tumbuhan hijau bisa melakukan asimilasi (Fotosintesis) sepanjang tahun.

Banyak sekali dari sumber daya alam nabati tersebut dapat dimanfaatkan menjadi sumber sandang, pangan, dan papan. Adapula yang dapat diolah menjadi produk-produk lainya, untuk mengolah sumber daya alam nabati tersebut sangat dibutuhkan ilmu pengetahuan yang seluas-luasnya tentang pemanfaatan tumbuhan tersebut.

Sebagian masyarakat belum mengetahui manfaat-manfaat dari tumbuhan-tumbuhan yang ada disekitarnya, masyarakat hanya terpaku pada pemanfaatan dari suatu tanaman saja, tidak mengetahui manfaat-manfaat dari tanaman lainya, padahal masih lebih banyak lagi manfaat-manfaat yang dapat ditemukan pada tanaman lainya. Banyak masyarakat yang kurang memiliki kreatifitas dan keterampilan untuk mengolah sumber daya yang ada, seandainya masyarakat mengetahui banyaknya manfaat-manfaat dari tanaman lainya, ada masyarakat yang sengaja untuk tidak memanfaatkanya karena terkendala oleh pengetahuan, teknologi, dana, dan waktu. Padahal dilingkungan kita banyak terdapat bahan bakunya, dan itu semua sangat berguna bagi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu penulis ingin membuat sebuah makalah yang berjudul ”MINYAK KELAPA DAN MANFAATNYA”. Karena menurut penulis penggunaan minyak kelapa saat sekarang ini sudah menurun,padahal kelapa (Cocos nuciferus) sangat berlimpah di negeri kita.

1.2 Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk:

  1. Untuk mengetahui pemanfaatan minyak kelapa di Indonesia.
  2. Untuk mengetahui cara pembuatan minyak kelapa yang lebih baik, sehingga minyak yang dihasilkan lebih banyak dan bersih.
  3. Untuk mengetahui nutrisi-nutrisi dan kandungan gizi yang terdapat pada minyak kelapa .
  4. Untuk mengetahui kelebihan minyak kelapa dibanding dengan minyak sayur lainnya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pemanfaatan minyak kelapa di Indonesia

Pemanfaatan minyak kelapa sebagai sumber utama minyak nabati telah dikenal sejak berabad-abad lalu sampai sekarang di Indonesia. Pada tahun 1969-1982 terjadi peningkatan konsumsi minyak kelapa di Indonesia, karena bertambahnya jumlah penduduk sebagai akibat berkembangnya bentuk pemanfaatan minyak kelapa,. Pada saat bersamaan produksi kelapa meningkat dengan laju pertumbuhan 2,5% pertahun. Produksi minyak kelapa tidak lagi mampu memenuhi pasokan pasar domestik padahal sebelumnya minyak kelapa merupakan komoditi ekspor nonmigas Indonesia. Peranan minyak kelapa sebagai komoditas ekspor tergeser dengan minyak kelapa sawit.

Kampanye anti minyak tropis oleh Amarican Soybean Assosiation (ASA), National Heart Savers Association (NHSA) dan Centre for Science in the Public Interest (CSPI), menyatakan bahwa minyak tropis dapat menyebabkan penyakit arterosklerosis dan jantung koroner. Pada tahun 1990an muncul sebua hasil penelitian yang mampu mengungkapkan fakta bahwa, minyak kelapa ternyata mempunyai khasiat yang besar bagi kesehatan, karena mengandung asam laurat dan asam kaprat.. Asam laurat yang merupakan asam dominan yang terkandung pada minyak kelapa dan asam kaprat ternyata memiliki kahsiat sebagi anti virus, anti bakteri, dan anti protozoa.

Meskipun telah ada riset yang membuktikan bahwa minyak kelapa memiliki manfaat besar bagi kesehatan, ternyata sampai saat ini hanya sebagian masyarakat khususnya petani kelapa yang mengkonsumsi minyak kelapa hasil olahan sendiri dengan cara tradisional. Sementara sebagian masyarakat cenderung mengkonsumsi minyak makan yang diolah dari minyak nabati lain. Hal ini disebabkan karena saat ini minyak goreng yang beredar dipasaran adalah minyak sawit, minyak kedelai, minyak jagung dan minyak bunga matahari, sedangkan minyak kelapa hampir seluruhnya diekspor dalam bentuk minyak kelapa kasar.

2.2 Pembuatan Minyak Kelapa

Pembuatan minyak goreng dari bahan kelapa dapat dibagi atas tiga cara, yang pertama dengan cara sederhana, kedua dengan penambahan enzim bromelin, dan yang ketiga dengan penambahan cuka dapur.

Pembuatan minyak dengan cara sederhana sangatlah gampang, karena alat-alat yang di butuhkan tiadak sulit untuk ditemukan. Metoda pembuatanya adalah sebagai berikut:

1. Pilih kelapa yang tua dan segar

2. Daging kelapa diparut

3. Timbang 8 kg kelapa parutan

4. Tambahkan 16 liter air dan diperas hingga keluar santanya

5. Masukan dalam ember, tutup dan biarkan selama 8 jam hingga bakal minyak dan air terpisah

6. Ambil bakal minyak nya, kemudian masak dalam kuali dengan memakai tungku yang bahan bakarnya kayu agar lebih hemat

7. Masak sampai terbentuk minyak, selama 2,5-3 jam

8. Minyak yang didapat kemudian disaring dengan kertas saring sebanyak 2-3 kali agar minyak yang didapat jernih dan bersih

9. Minyak yang didapat , kemudian di kemas dalam botol minyak.

Dengan cara sederhana ini dari 8 kg parutan kelapa dihasilkan 1,3 liter minyak.

Pembuatan minyak cara kedua yaitu dengan penambahan enzim bromelin. Secara teknik pembuatan minyak dengan metode ini tidak begitu berbeda dengan cara sederhana, hanya pada metoda ini adanya penambahan enzim bromelin pada santan hasil parutan. Enzim bromelin dapat diperoleh daru sari buah nenas 50 ml/kg parutan kelapa.

Metoda pembuatanya adalah sebagai berikut:

1. Pilih kelapa yang tua dan segar

2. Daging kelapa diparut

3. Timbang 8 kg kelapa parutan

4. Tambahkan 16 liter air dan diperas hingga keluar santanya

5. Siapkan nenas yang sudah matang dan dikupas kulitnya dan dibuang matanya

6. Parut nenas hingga terbentuk parutan nenas, kemudian diperas dengan di saring (tidak ada penambahan air) hingga diperoleh sari buah nenas

7. Tambahkan kedalam santan dan aduk hingga rata

8. Masukan dalam ember, tutup dan biarkan selama 3 jam hingga bakal minyak dan air terpisah

9. Ambil bakal minyak nya, kemudian masak dalam kuali dengan memakai tungku yang bahan bakarnya kayu agar lebih hemat

10. Masak sampai terbentuk minyak, selama 2,5-3 jam

11. Minyak yang didapat kemudian disaring dengan kertas saring sebanyak 2-3 kali agar minyak yang didapat jernih dan bersih

10. Minyak yang didapat , kemudian di kemas dalam botol minyak

8 kg parutan kelapa dapat menghasilkan 1,8 liter minyak, waktu yang di butuhkan untuk memisahkan bakal minyak dengan air adalah tiga jam, dan untuk men dapatkan minyak hanya dibutuhkan waktu 2,5-5 jam untuk memanaskan bakal minyak tersebut.

Pembuatan minyak dengan cara ketiga adalah dengan penambahan cuka dapur (CH3COOH,25%), Secara teknik pembuatan minyak dengan metode ini tidak begitu berbeda dengan cara sederhana dan metode penambahan enzim bromelin, hanya pada metoda ini adanya penambahan cuka dapur pada santan hasil parutan. Cuka dapur yang di butuhkan adalah 15 ml/1 kg parutan kelapa.

Metoda pembuatanya adalah sebagai berikut:

1. Pilih kelapa yang tua dan segar

2. Daging kelapa diparut

3. Timbang 8 kg kelapa parutan

4. Tambahkan 16 liter air dan diperas hingga keluar santanya

5. Tambahkan cuka dapur (25%) sebanyak 120 ml dan aduk hingga rata

6. Masukan dalam ember, tutup dan biarkan selama 3 jam hingga bakal minyak dan air terpisah

7. Ambil bakal minyak nya, kemudian masak dalam kuali dengan memakai tungku yang bahan bakarnya kayu agar lebih hemat

8. Masak sampai terbentuk minyak, selama 2,5-3 jam

9. Minyak yang didapat kemudian disaring dengan kertas saring sebanyak 2-3 kali agar minyak yang didapat jernih dan bersih

10. Minyak yang didapat , kemudian di kemas dalam botol minyak

Dengan cara ini dari 8 kg parutan kelapa juga dihasilkan 1,8 liter minyak, waktu yang di butuhkan untuk memisahkan bakal minyak dengan air juga tiga jam, dan untuk mendapatkan minyak juga dibutuhkan waktu 2,5-3 jam untuk memanaskan bakal minyak tsb.

2.3 Nilai Gizi Minyak Kelapa

Minyak kelapa mengandung vitamin-vitamin yang larut dalam lemak yaitu A, D, E dan K serta pro-vitamin A (karoten) vitamin ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk metabolism tubuh. Di samping itu minyak kelapa mengandung sejumlah asam lemak jenuh yaitu asam laurat, asam miristat,asam palmitat, asam kaprilat,asam kaprat,asam strearat,dan asam koprat. Sedangkan asam lemak tak jenuh adalah oleat atau omega-9 dan linoleat atau omega-6. Berdasarkan komposisi asam-asam lemak tersebut minyak kelapa mengandung asam lemak rantai medium yang tinggi.

Minyak kelapa meiliki efek kesehatan yang sama dengan Air Susu Ibu (ASI), karena asam laurat yang merupakan asam lemak dominan pada kelapa apabila dikonsumsi, dalam tubuh manusia akan diubah menjadi monolaurin. Monolaurin bersifat antivirus, antibakteri dan anti protozoa. Hasil penelitian membuktikan bahwa monolaurin dapat merusak membran lipida (lapisan pembungkus) virus di antaranya virus HIV, influenza, dan cytomelagovirus. .

Minyak kelapa ternyata juga dapat mencegah kaker usus besar, payudara dan prostat. Riset membuktikan bahwa 33% orang yang mengkonsumsi minyak jagung menderita kanker usus, sedangkan yang mengkonsumsi minyak kelapa 3% menderita kanker usus.

Adapun manfaat minyak kelapa yang lainya adalah:

1. Mengurangi resiko arterosklerosis .
2. Menurunkan resiko kanker .
3. Membantu mencegah infeksi virus .
4. Menjaga sistem kekebalan tubuh .
5. Membantu mencegah osteoporosis .
6. Membantu mengontrol diabetes .
7. Memulihkan kembali kehilangan berat badan .
8. Menyediakan sumber energi dengan cepat .

BAB III

PENUTUP

Dalam bab ini akan di jelaskan kesimpulan dan saran.

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan uraian pada Bab II dapat disimpulkan bahwa:

1. Minyak goreng dari kelapa lebih sehat dibandin denga minyak sayur lainya, karena minyak sayur mengandung asam laurat yang setara dengan air susu ibu dan asam kaprat, kedua asam ini berkhasiat sebagai anti virus, bakteri, dan mikroorganisme lainya.

2. Cara pembuatan minyak kelapa dengan metode penambahan enzim bromelin dan penambahan asam cuka lebih menguntungkan dari pada cara sederhana. Karena, Dengan metode penambahan enzim bromelin dan penambahan asam cuka hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat yaitu hanya 3 jam untuk memisahkan bakal minyak dengan air yang ada pada santan. Sedangkan dengan cara sederhana membutuhkan waktu sekitar 8 jam.

3. Minyak goreng dari kelapa banyak mengandung nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin A, D, E, dan K, dibanding minyak sayur lainya

3.2. Saran

Berdasarkan isi dari makalah ini saya ingin memberikan saran, bahwa:

  1. Memasak minyak dari kelapa lebih baik dengan metode penambahan enzim bromelin dan penambahan asam cuka, karena lebih cepat.
  2. Seharusnya masyarakat segera beralih ke minyak kelapa, karena lebih sehat banyak mengandung nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin A, D, E, dan K, dibanding minyak sayur lainya.

DAFTAR PUSTAKA

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumbar.2009. Pembuatan Minyak Kelapa.

sumbar.litbang.deptan.go.id/index.PHP.21 mei 2009

www .ntfp. or id/index2 .PHP. 30 mei 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar